FKIP UNPAS pilihan pasti setiap generasi

Home

Sejarah

MASA RINTISAN (1978-1992)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan yang seterusnya disingkat menjadi FKIP Unpas didirikan sejak tahun 1978 setelah beberapa fakultas lainnya seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ekonomi (FE) dengan beberapa Program Studi di dalamnya telah lebih dahulu menjadi bagian dari fakultas-fakultas yang ada di lingkungan Unpas. FKIP Unpas didirikan sebagai realisasi dari amanat Kongres Paguyuban Pasundan ke-34 pada tanggal 13 Oktober tahun 1975 di Bogor tentang perlunya membentuk panitia persiapan pendirian IKIP Pasundan di Bandung. Berdasarkan masukan serta berbagai pertimbangan bahwa untuk wilayah Jawa Barat dan Banten (ketika itu Provinsi Banten masih menjadi bagian dari Jawa Barat), masih banyak sekolah yang dirasakan kekurangan tenaga pengajar (guru) pada pendidikan formal baik untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Setelah kurang lebih tiga tahun, para panitia pendirian IKIP Pasundan yang sebagian besar merupakan para pengurus Yayasan Pendidikan Pasundan (YPP) melakukan studi kelayakan, menganalisis kebutuhan tenaga guru, diskusi dan konsultasi dengan beberapa pakar dibidang pendidikan, pada akhirnya bersepakat untuk mengajukan usulan pendirian IKIP Pasundan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud). Usulan pendirian dengan terlebih dahulu meminta pertimbangan kepada Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) di Jakarta dan IKIP Pasundan menjadi bagian fakultas saja di Lingkungan Universitas Pasundan dengan nama Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di singkat menjadi FKIP Unpas. Selama tiga tahun terlalui pada akhirnya YPP mendapatkan Surat Keputusan Pendirian FKIP Unpas pada tanggal 20 Januari 1978 dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Depdikbud RI, dan Mr. Oesadi, S.H., yang juga pernah menjadi Rektor Unpas pada periode 1971-1981, bertanggung jawab sebagai Dekan FKIP Unpas pertama berdasarkan SK. yang keluarkan oleh YPP.

Di awal perintisannya, FKIP Unpas hanya membuka satu Jurusan yaitu Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan dua konsentrasi/ Program Studi yaitu Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum, serta Program Studi Ekonomi dan Akuntansi. Seiring dengan berjalannya waktu serta merespon dinamika perkembangan yang terjadi di masyarakat, pada masa ini juga dibuka Program Studi baru lainnya yaitu program studi Ekonomi Perusahaan (Ekper), Program Studi Ekonomi Umum (Ekum) dan Program Studi Administrasi Pendidikan (Adpen).

Empat tahun terlalui sebagai masa perintisan yang sulit dan penuh dengan tantangan, kepemimpinan FKIP Unpas yang diamantkan kepada Bapak Oesadi, S.H. (1978-1981) akhirnya berakhir. Estapet kepemimpinan FKIP Unpas kemudian dilanjutkan kepada Bapak Drs. H.S. Maman Sudyaatmadja. Pada masa kepemimpinan beliau Program Studi yang yang ada di lingkungan FKIP Unpas secara resmi mendapatkan Surat Keputusan menganai izin pendirian dan penyelenggaraan dari Mendikbud RI. Program studi Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (PKnH) disahkan dalam SK sebagai Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Begitu pula halnya dengan Program Studi lainnya yang diusulkan setelah Dirjen Dikti melakukan evaluasi dan monitoring terhadap kelayakan bagi Program Studi, akhirnya Mendikbud RI menyetujui dan mensahkan untuk Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi FKIP Unpas.

Secara nasional ketika itu dinamika perkembangan dan fluktuasi minat masyarakat untuk masuk ke Perguruan Tinggi, khususnya program studi penyelenggara pencetak calon guru masih sangat rendah di bandingkan dengan program studi lainnya. Calon mahasiswa di FKIP Unpas khususnya dan LPTK pada umumnya mengalami penurunan. Hal tersebut sudah barang tentu menjadi masalah dan memerlukan pemikiran yang serius bagi para perintis dalam menghadapi situasi tersebut sehingga tetap bias bertahan di tengah-tengah suasana sulit itu. Di lingkungan Unpas sendiri jumlah mahasiswa FKIP Unpas paling sedikit di bandingkan dengan fakultas lainnya. Karena terjadi perbedaan yang signifikan untuk jumlah peserta dibandingkan dengan fakultas lain di lingkungan Unpas, maka pada masa kepemimpinan Bapak Drs. H.S. Maman Sudyaatmadja FKIP mencoba mengusulkan pendirian program studi baru untuk mengakomodir dan memberikan banyak alternatif pilihan  bagi masyarakat yaitu Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (BI), Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dengan dua Program Studi yakni, Program Studi Pendidikan Matematika dan Program Studi Pendidikan Biologi, Serta Jurusan Bimbingan Penyuluhan (BP).

Hasil dari kerja keras tim pendirian untuk beberapa program studi pada akhirnya membuahkan hasil dan tanggapan yang positif dari Mendikbud dan masyarakat, hal tersebut terbukti dengan jumlah peminat dari para mahasiswa yang melonjak bertambah banyak setiap tahunnya. Hal tersebut dipengaruhi dengan ditunjangnya dari SK. yang dikeluarkan oleh Mendikbud sebagai legitimasi yang sah di mata masyarakat yakni untuk Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di-SK-kan pada tanggal 10 Mei 1982, kemudian untuk Program Studi Pendidikan Matematika pada tahun 1985, dan Program Studi Pendidikan Biologi tanggal 5 Oktober 1985, menjadi bagian dari program studi FKIP Unpas, dan pada akhir tahun 1987 FKIP Unpas mempersiapkan diri untuk menempati tempat baru yang bertampat di Jalan Tamansari no. 6 Bandung (FKIP Unpas sekarang).

Empat tahun berlalu sudah untuk kepengurusan Bapak Drs. H.S. Maman Sudyaatmadja (1989-1992), melalui aktifitas pemilihan Dekan yang berdasarkan ketentuan YPP yang harus dilaksanakan secara adil, rahasia dan terbuka. Berdasarkan SK yayasan pada tanggal 10 Nopember 1989, kepemimpinan FKIP Unpas dipercayakan kepada Bapak Drs. H. Memed Erawan. Pada kepemimpinan beliau FKIP Unpas berjalan sebagai rintisan dalam menciptakan kepercayaan terhadap masyarakat dengan memproyeksikan agar lulusan FKIP Unpas dapat unggul dalam berkompetisi dengan lulusan-lulusan FKIP atau IKIP dari Perguruan Tinggi lainnya, hal tersebut ditunjukkan dengan pelaksanaan aktivitas lapangan berupa penelitian dan pengabdian masyarakat pada beberapa daerah di wilayah Jawa Barat. Pada masa kepemimpinan Bapak Drs. H. Memed Erawan berakhir (1989-1992) yang saat itu FKIP Unpas telah bertempat tinggal secara tetap di Jalan Tamansari berjalan dinamis mengikuti perkembangan dan menangkap berbagai peluang yang dapat menunjang FKIP Unpas yang dapat disebut sebagai masa perintisan bagi FKIP Unpas. Hal ini terumuskan dari hasil wawancara secara triangulasi dari para pakar dan para pendiri FKIP Unpas.

MASA PENGEMBANGAN (1992-2002)

Masa pengembangan, merupakan masa dimana peranan masyarakat memantau FKIP Unpas sebagai ikon atau figur sebagai contoh universitas swasta yang dapat bergerak secara masif dan bertahan dengan peranan para alumni, baik angkatan pertama maupun angkatan-angkatan berikutnya untuk dapat mendorong FKIP Unpas agar menjadi lebih baik di mata masyarakat. FKIP Unpas telah dipimpin oleh beberapa pemimpin yang memiliki idealisme dan loyalitas tinggi, pada saat kepemimpinan Bapak Drs. H. Memed Erawan berakhir, kepemimpinannya dilanjutkan oleh Bapak Drs. H.M. Didi Turmudzi, M.Si., yang pada saat pembuatan buku sejarah ini (2010) sedang menjabat sebagai Rektor Unpas, yang tertuang dalam SK yang dikeluarkan oleh Yayasan Perguruan Tinggi (YPT) tanggal 17 Nopember 1992, (YPP berubah menjadi YPT).

Masa kepemimpinan beliau tidak sampai akhir masa jabatan yang telah ditentukan oleh YPT, hal tersebut disebabkan oleh kinerna beliau yang baik sehingga sangat dibutuhkan untuk memegang tanggung jawab sebagai Pembantu Rektor III (bidang kemahasiswaan dan alumni)  Unpas. Pada masa ini terdapat berbagai permasalahan yang diakibatkan oleh kebijakan pemerintah pendidikan yang mempengaruhi khususnya untuk program studi PPKn, yaitu terjadi kekurangan peminat bagi mahasiswa PPKn sampai pada satu waktu hanya tersisa 14 orang mahasiswa. Kebijakan pemerintah yang merugikan tersebut adalah penghilangan mata pelajaran PKn untuk tingkat pendidikan di sekolah.

Permasalahan tersebut tidak membuat para dosen PPKn dan pihak FKIP putus asa dalam membina program studi PPKn ini. Semua menyepakati termasuk didalamnya bapak  Dr. Idrus Affandi. S.H. (sekarang telah menjadi Pembantu Rektor II di Universitas Pendidikan Indonesia), Bapak Drs. Atim Suparman, M.Pd. beserta para alumni lainnya yang menjadi bagian dari FKIP Unpas untuk melakukan berbagai strategi alternatif promosi sebagai program studi pertama.  Seiring dengan perkembangan waktu, pada akhirnya kebijakan pemerintah kembali berpihak pada program studi PPKn yang ada di Indonesia.

Setelah kepemimpinan Bapak Drs. H.M. Didi Turmudzi, M.Si. (1992-1995), sebagai Dekan FKIP Unpas kemudian dilanjutkan oleh Bapak Drs. H. Atim Suparman, M.Pd. berdasarkan SK YPT pada tanggal 17 Nopember 1995. Pada kepemimpinan Bapak Drs. H. Atim Suparman, M.Pd., FKIP Unpas mengalami lonjakan peminat sebagai mahasiswa untuk beberapa program studi. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, dilakukan pengajuan pengangkatan dosen yayasan untuk beberapa program studi, perbaikan serta pembuatan fasilitas pendukung dalam menunjang beberapa matakuliah pengembangan keterampilan, seperti: pembuatan lab bahasa, lab komputer, dan beberapa ruangan pendukung untuk beberapa program studi dalam upaya peningkatan keterampilan dan kreatifitas bagi para mahasiswa. Hal tersebut merupakan usaha mengembangkan FKIP Unpas untuk mencari alternatif pemencahan masalah yang dihadapi pada masa kepemiminan Bapak Drs. Atim Suparman, M.Pd. Selain itu, FKIP Unpas pada masa ini juga membidani pendirian dua Program Studi baru yaitu: Sastra Inggris dan Seni Musik yang merupakan cikal bakal berdirinya Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (sekarang FISS Unpas).

Keberhasilan FKIP Unpas juga mendapat respon positif dari pihak pemerintah yaitu FKIP dipercaya untuk melaksanakan Pelatihan Guru Tetap Yayasan dan Dpk bagi guru SLTP Swasta tahun 1997, yang dilaksanakan setiap hari Jumat, Sabtu dan minggu selama tiga bulan . Kegiatan ini ketua pelaksananya adalah Bapak Drs. Sri Marten Yogaswara yang dukung oleh Bapak Darta, S.Pd., Bapak Drs. Deni Hermaen, Bapak Drs. Jaka Permana, dan Ibu Dra. Ani Budiarti.

Pada tahun 2000 FKIP Unpas mengelola anggaran dari provinsi untuk proyek Peningkatan Guru Inti Tambahan terkait dengan LEC Jawa Barat, yang dilaksanakan selama 3 bulan di empat Kabupaten yang berbeda yaitu: Cimahi, Kabupeten Bandung (Kec. Arjasari dan Kec. Cicalengka), dan Kabupaten Garut.  Pada kegiatan ini yang menjadi ketua adalah Bapak Drs. Bambang Heru P, M.S yang di dampingi oleh Bapak Drs. Uus Toharudin, Bapak Darta, S.Pd., Bapak Cartono S.Pd., M.Pd., M.T., Bapak Drs. Azis Lukman Praja, Bapak Drs Toto Sutarto Gani Utari, M.Pd, Bapak Drs. Sri Marten Yogaswara,  dan Bapak Drs. Musadad Abdul Azis, dengan penasehat Bapak Drs. Dadang Iskandar,  Bapak Drs. Dadang Mulyana, M.Si (pada saat buku ini ditulis beliau telah menjadi Dekan FKIP Unpas terpilih) serta Bapak Drs. Atim suparman, M.Pd., sebagai penanggung jawab kegiatan. Hasil dari terlaksananya kepercayaan dari kedua kegiatan tersebut, menjadikan embrio dalam peningkatan rasa percaya diri bahwa FKIP Unpas mampu berkompetisi dengan kompetitor universitas lainnya baik swasta maupun negeri.

Masa ini merupakan masa pengembangan eksistensi FKIP Unpas di mata masyarakat melalui pemantauan langsung  dari perwakilan struktur pemerintah yang ada di provinsi Jawa Barat. Masa kepemimpinan Bapak Drs. Atim suparman, M.Pd berakhir selama dua periode kepemimpinan (1995-2002), yang kemudian pada masa ini kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai pendidikan mulai mengarah keberpihakannya terhadap peluang FKIP Unpas untuk masa pengembangan berikutnya.

Pada masa ini FKIP mulai memantapkan dirinya dengan terus menerus mengembangkan lima Program Studi yang ada, yaitu Program Studi: PKn, Pendidikan Ekonomi Akuntansi, Pendidikan Bahsasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Matematika. Begitu seterusnya sampai sekarang penyebutan Program Studi di lingkungan FKIP Unpas berdasarkan kurun waktu pendirian program studi tersebut. Sehingga jika didasarkan pada izin pendiriannya (sampai dengan tahun 2007), program studi yang ada di FKIP Unpas yang paling tua adalah PKn dan yang paling muda Pendidikan Matematika.

MASA STABILISASI DAN EKSISTENSI (2002-2010)

Masa pengembangan, menghadirkan suatu perjalanan dimana FKIP Unpas mampu menjawab tantangan perkembangan jaman dalam merevitalisasi peran penting pendidikan, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memperluas jangkauan yang lebih jauh ke beberapa daerah selain Jawa Barat (sebagai gudang mahasiswa FKIP) bahkan berkiprah di tingkat nasional. Masa pengembangan ini diawali dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang berpihak kepada pendidikan dalam bergerak bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kebijakan yang dengan sadar diciptakan oleh pemerintah tersebut (yang memang merupakan keniscayaan jika suatu bangsa ingin maju), memberikan peluang yang terbuka lebar untuk FKIP. Bukan berarti perjalanan FKIP berjalan bebas hambatan, tetapi hal tersebut diperoleh melalui kerja keras disertai jatuh bangunnya dalam berkompetisi untuk mendapatkan kepercayaan dari pihak pemerintah, yang juga ditunjang oleh masing-masing program studi untuk mendapatkan pengakuan baik dimata masyarakat maupun dengan penilaian standar nasional yang terakrediatasi. Hal tersebut menjadikan FKIP Unpas sebagai ikon atau figur untuk menjadi universitas swasta yang dapat berperan serta aktif dalam memajukan pendidikan pencerdasan bangsa.

Pada masa ini tampuk kepemimpinan FKIP Unpas dijabat oleh Bapak Drs. H. Dadang Iskandar, M.Pd. dengan SK yang dikeluarkan oleh Yayasan Perguruan Tinggi (YPT) tahun 2002. Pada masa kepemimpinan beliau diawali dengan strategi pembentukan harmonisasi internal melalui program pertama dan baru yang ada di Unpas, FKIP Unpas mengawali dengan penyaluran dana rekreasi bersama yang dikonversi menjadi program wisata umrah. Pada saat pertama kali program umroh digulirkan, FKIP Unpas memberangkatkan 5 orang dosen  dan 2 karyawan sebagai perwakilan dari FKIP Unpas agar dapat berdoa bersama di tanah suci, dengan tujuan agar keluarga besar FKIP Unpas dapat lebih baik secara kinerja serta eksistensinya di bidang pendidikan. Program ini terus menerus berlanjut dilaksanakan setiap tahunnya, dengan memberangkatkan minimal 7 orang dari FKIP. Bahkan pada tahun penulisan buku ini FKIP Unpas telah memberangkatkan 5 orang dosen, 4 orang karyawan dan 1 orang klining servis. Hal ini telah menjadi pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan oleh para anggota keluarga besar FKIP Unpas, termasuk Bapak Kindi yang menjadi pegawai klining servis pertama yang telah diberangkatkan umrah ke tanah suci mekah oleh FKIP Unpas. Program umroh ini sekarang mulai ditiru oleh Fakultas lain di Unpas, bahkan Unpas pusat sendiri menirunya.

Pada tahun penulisan buku ini merupakan akhir masa jabatan kepemimpinan Bapak Drs. H. Dadang Iskandar, M.Pd. (2002-2010) yang merupakan perjalanan panjang memimpin FKIP Unpas selama dua periode kepemimpinannya secara penuh, khususnya untuk program wisata umrah. Bapak Drs. H. Dadang Iskandar, M.Pd. di akhir kepemimpinannya merekomendasikan agar program wisata umrah ditambah dengan menghajikan 1 orang dosen dan 1 orang karyawan.

Strategi demi strategi pada setiap tahunnya diadaptasi untuk mengantisipasi berbagai kendala dan hambatan-hambatan lainnya dengan seksama, dan berbagai kebijakan internal lainnya telah menstimulus bagi seluruh keluarga besar FKIP untuk membuat suatu tim khusus dalam menghadapi berbagai tantangan eksternal. Hal ini ditunjukkan dengan melonjak pesatnya peminat dan yang diterima di FKIP Unpas, sehingga meningkat menjadi dua kali lipatnya. Sehingga pada tahun 2010 ini secara parsial penerimaan mahasiswa tiap Fakultas, FKIP merupakan penerima mahasiswa terbanyak di Unpas.

Fasilitas pendidikan yang merujuk kepada standar nasional serta peningkatan keprofesionalan para dosen dan karyawan yang didukung oleh kesejahteraan yang diberikan, telah mengukuhkan bahwa nama besar FKIP sekarang merupakan hasil kerja keras seluruh keluarga besar FKIP Unpas tanpa terkecuali.

Tantangan Eksternal. Adapun beberapa tantangan eksternal yang pernah dilakukan untuk dijawab diantaranya adalah mengikuti program hibah kompetisi bernama I-MHERE, untuk tahun 2004 dan 2005, para tim khusus belum menemukan pola bekerja dalam berkompetisi, sehingga untuk kedua program ini gagal. Program studi yang mengikuti program I-MHERE ini diantaranya Prodi Biologi, Matematika dan Pkn untuk tahun 2004. Untuk tahun 2005 Program Studi PKn, Pend Akuntansi dan Biologi. Hikmah dari kegagalan adalah pengalaman berharga yang telah memberikan semangat untuk lebih baik dalam menghadapi hibah kompetisi lainnya.

Pada tahun 2005 Prodi Pendidikan Matematika mencoba keberuntungannya untuk mengikuti hibah kompetisi bernama PHK A2, sangat disayangkan karena pengalaman para tim khusus dalam penilaian masih belum optimal, disamping kompetitor lainnya berasal dari seluruh universitas swasta dan negeri di seluruh Indonesia, maka kegagalan menimpa untuk kedua kalinya, teutama untuk Prodi Pendidikan Matematika. Namun pengalaman yang didapatinya itu dicoba kembali di tahun 2006, ternyata Prodi Pendidikan Matematika lolos dan memenangkan PHK A2 untuk tahun 2007 dan berakhir di tahun 2009. Sedangkan untuk Prodi Pendidikan Bahasa, sastra Indonesia, dan Daerah yang mengajukan PHK A-3, mengalami kegagalan. PHK A2 Prodi Pendidikan Matematika diketuai oleh Bapak Darta, S.Pd. M.Pd. Hibah ini merupakan terobosan dalam bidang pembelajaran dan efisiensi hasil pembelajaran. Dilandasi oleh faktor kekeluargaan yang sangat dinamis dan harmonis di FKIP Unpas, maka keterlibatan para dosen yang berasal dari luar Prodi Pendidikan Matematika di lingkungan FKIP Unpas tetap bahu membahu saling membantunya dalam pelaksanaan PHK A-2 tersebut. Dari pengalaman PHK A-2 inilah cikal bakal kepercayaan diri bagi para dosen muda di FKIP Unpas untuk tetap ikut serta berkompetisi memenangkan setiap hibah yang digulirkan Dikti dari tahun ke tahun. Bahkan iklim yang kondusif ini (tak dapat dipungkiri) tertular kepada dosen muda Unpas secara keseluruhan untuk ikut serta dalam memenangkan PHK-I pada tahun 2008 sampai dengan 2010, dengan dimotivasi oleh Bapak Dr. Cartono, M.Pd., M.T. yang notabene berasal dari FKIP Unpas.

Tahun 2007, berbekal pengalaman yang telah dipunyai,  FKIP Unpas membentuk tim khusus gabungan dari masing-masing prodi, untuk mengikuti Hibah Kompetisi Laboratorium Microtaeching dan sistem PPL. Hibah laboratorium Micro teaching dan sistem PPL ini yang memotivasi dan melengkapi laboratorium microteaching yang canggih dan memenuhi standar minimal laboratorium. Melalui hibah ini kelengkapan di laboratorium micro teaching menjadi lab yang canggih.

Di tahun 2007 dan 2008 kiprah FKIP Unpas semakin tidak diragukan lagi baik lulusan, kinerja dosen,  dan karyawan di mata masyarakat dan eksistensinya di mata pendidikan sehingga dapat bermitra bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam kegiatan sertifikasi guru dalam jabatan untuk rayon 10 yang bertanggung jawab untuk mensertifikasi profesional para guru-guru di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pada tahun 2007, FKIP Unpas mencoba membaca peluang perkembangan jaman dengan mendirikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) untuk Jenjang S1 dengan SK dari Dirjen Dikti Depdiknas RI yang dikeluarkan pada tanggal 19 Juli 2007. Pendirian prodi ini untuk tahun pertama langsung mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat dengan jumlah mahasiswa untuk angkatan pertama sejumlah kurang lebih 200 mahasiswa. Kebijakan ini sangat tepat diambil oleh Dekan FKIP, karena ternyata pengguna lulusan PGSD memiliki peluang yang paling banyak dibandingkan dengan jurusan-jurusan lainnya. Hal ini dapat dipahami, karena Sekolah Dasar memiliki jumlah yang sangat banyak, dibandingkan dengan SMP dan SMA.

Pada tahun 2008, pemerintah membuka peluang kepada LPTK yang merupakan mitra UPI untuk menjadi LPTK mandiri dalam penyelenggaraan Sertifikasi Guru, supaya program sertifikasi guru selesai pada waktu yang telah ditetapkan yakni pada tahun 2014. Melihat peluang tersebut Dekan FKIP Unpas mengambil sikap untuk bertindak cepat menjemput kebijakan tersebut, hal ini tidak lepas dari peranan para tim khusus yang di tunjang dari dari para dosen lainnya dan para karyawan yang berfikiran positif dalam membantu pemerintah dalam mewujudkan eksistensi FKIP Unpas didunia pendidikan. Tim khusus berperan secara konsisten untuk terus menemukan rumusan awal yang berasal dari satu kata, dan kemudian terhimpun menjadi suatu kalimat yang pada akhirnya dapat tercurahkan buah pemikiran idealisme FKIP Unpas dalam eksistensi serta pencitraannya agar dapat dipercaya untuk dapat menyelenggarakan sertifikasi guru dalam jabatan secara mandiri.

Dalam seloroh tersebut mencitrakan bahwa siapapun yang mengawalinya harus dengan sungguh-sungguh bersabar dalam berusaha, bahkan kami terpaksa harus meninggalkan keluarga dan kepentingan lainnya berminggu-minggu agar hidangan kami dapat dinikmati bersama, namun besar harapan kami dari para tim khusus ini agar setelah menjadi hidangan harus menjadi tanggung jawab bersama, baik dan tertib dalam pengadministrasian, penyajian yang bertujuan untuk bersama dalam menjaga nama baik yang besar dari FKIP Unpas sebagai lembaga profesional dilingkungan pendidikan nasional Indonesia.

Tim khusus dimaksud adalah Para Pembantu Dekan, Bapak Uus Toharudin, Bapak Dr. Cartono sebagai perwakilan dari Prodi Biologi, Bapak Dr. Sri Marten Yogaswara, Bapak Jaka Permana, Bapak Firman sebagai perwakilan dari Prodi Ekonomi Akuntansi, Bapak Darta, Bapak Beni Yusepa, Bapak Subaryo sebagai perwakilan dari Prodi Matematika, Bapak Elan, Bapak Riza Alrakhman sebagai perwakilan dari Prodi PPKn dan Bapak Dikdik permadi sebagai perwakilan karyawan yang selalu mendampingi kami dalam bentuk perhatian konsumsi yang selalu disediakan beserta kebersihan dan keamanan selama kami melaksanakan kewajiban kami mengikuti berbagai kegiatan atau program hibah untuk FKIP Unpas dan tentunya masih banyak lagi pihak-pihak yang terkait yang tidak mungkin dituliskan disini seluruhnya. Atas pertimbangan dari pihak kementirian pendidikan RI, pada akhirnya FKIP Unpas dipercaya sebagai penyelenggara sertifikasi guru dalam jabatan untuk 6 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat, yaitu: Kota Cimahi, Kab. Bandung Barat, Kab. Subang, Kab, Purwakarta, Kab. Karawang, Kab. Cianjur.

Keputusan pemerintah menunjuk Unpas sebagai Rayon 34 untuk menyelenggarakan program sertifikasi guru dalam jabatan sampai tahun 2014, kepercayaan ini sangat membutuhkan perhatian yang fokus dan loyalitas tinggi dalam menjalankannya. Oleh karena itu, FKIP Unpas bertekad untuk terus secara konsisten menyelenggarakan sertifikasi guru sebaik-baiknya, agar pada tahun-tahun mendatang ketika dievaluasi oleh Dikti, Unpas mendapatkan kepercayaan penuh lagi.  Selain itu, pada tahun 2009 kepercayaan serta eksistensi dari FKIP Unpas dari pemerintah semakin bertambah dengan dipercaya untuk menyelengarakan PPKHB, yaitu Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar yang berubah nama menjadi PKJB.

Tahun 2010  FKIP Unpas bertambah perannya dengan dipercayanya PGSD sebagai Program Studi yang menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk beberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten. Disdarari atau tidak, ke depan justru program PPG  inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon mahasiswa. Karena dengan adanya PPG calon mahasiswa dapat langsung melanjutkan studinya setelah selesai S-1nya.

Atas berbagai ketercapaian dari segi prestasi sampai dengan pengalaman jatuh bangunnya siapa pun kita, maka telah mengukuhkan suatu kesimpulan bahwa tiada masa ini tanpa adanya masa lalu, dan tidak akan pernah ada masa depan apabila kita tidak berbuat sesuatu sedikit pun dimasa sekarang untuk sesuatu yang kita yakini demi masa depan. Semoga  kiprah kita ke depan dapat membuahkan hasil maksimal untuk tetap konsisten dalam usaha mencerdaskan anak bangsa.